KESIAPAN UNBK 2016 SMKN 2 TARAKAN

Seperti tahun sebelumnya, SMKN 2 Tarakan menggelar perhelatan ujian nasional dengan menggunakan komputer. Ujian nasional yang tahun sebelumnya di istilahkan dengan Computerized Based Test (CBT) sekarang berubah menjadi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016. Pelaksanaan UNBK tahun ini di ikuti oleh 397 siswa yang terdiri dari program keahlian TKR 75 siswa; TAB 36 siswa; TGB 58 siswa; TKBB 29 siswa; TKY 20 siswa; LAS 21 siswa; mesin 59 siswa; Listrik 28 siswa; TAV 38 siswa; TKJ 34 siswa.
 
Waka Kurikulum SMKN 2 Tarakan, M. Ayub Khan menjelaskan bahwa sebelum terselenggaranya UNBK 2016 tanggal 4 sampai 8 April ini, siswa maupun proktor dan teknisi sudah melakukan 3 kali simulasi UNBK. Simulasi dimaksudkan untuk mengondisikan peralatan dan melatih siswa dan proktor juga teknisi sebelum melaksanakan ujian sesungguhnya. “Sebenarnya ada 4 simulasi, namun simulasi yang melibatkan siswa hanya 3 yakni simulasi 1, 2 dan 4. Simulasi 3 dikhususkan bagi para proktor dan teknisi untuk menguji keandalan dari sistem server dan jaringan yang dibangun” jelas Ayub.

Perbaikan beberapa headset untuk UN Bahasa Inggris
 
Jika pelaksanaan CBT tahun lalu menggunakan 6 ruang, maka tahun ini ruang yang digunakan sedikit berkurang. Begitu pula jumlah kliennya. Jika tahun kemarin teknisi UNBK menyiapkan 170 unit komputer, maka tahun ini disiapkan 154 komputer. “Hanya 5 ruang”, kata Deni Tri Atmoko, S.ST. salah satu teknisi UNBK 2016, saat di temui di ruang kerjanya. Berkurangnya jumlah ruangan ini disebabkan oleh jumlah peserta yang juga lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. “Jumlah ruangan yang kita siapkan disesuaikan dengan jumlah peserta dan kapasitas komputer yang ada dalam ruangan”, sambungnya.
 
Pemeriksaan dan perbaikan hardware
 
Meski jumlah peserta dan ruangan berkurang, namun persiapan yang dilakukan oleh teknisi dan proktor dalam menyukses UNBK, tetap maksimal. Sejak akhir tahun 2015 sampai H-8 pelaksanaan ujian, proktor dan teknisi terlihat terus bekerja keras menyiapkan segala sesuatunya. “Kalau kesiapan komputer server dan klien, bisa kita jamin. Tapi tidak tahu kalau listrik dan internet”, ujar Samsi, S.Pd. proktor senior SMKN 2 Tarakan. “Antisipasi yang bisa dilakukan oleh teman-teman adalah memaksimalkan genset tua yang ada di sekolah”, jawab Samsi ketika menanggapi akan adanya pemadaman bergilir dari PLN Tarakan. “Modem juga kita siapkan, jika ada kerusakan jaringan internet”, sambung pria berkumis ini.
 
Pemeriksaan dan instalasi software
 
Kepala SMKN 2 Tarakan, F.X. Sunaryana, M.T. memastikan kesiapan tim UNBK 2016 yang telah dibentuknya. Dengan kekuatan 34 orang panitia, beliau yakin pelaksanaan UNBK tahun ini dapat berjalan lancar. “Siap, siap. Sudah kita kondisikan. Wali kelas, teknisi, proktor, siswanya dan segala peralatnya sudah kita kondisikan agar ujian ini berjalan lancar”. “Mohon  doanya”, kata pak Yo sapaan akrab Kepala SMKN 2 Tarakan ini, usai memimpin rapat akhir kepanitiaan UNBK 2016, Sabtu 2/4/2016. 

Rapat akhir kesiapan UNBK SKN 2 Tarakan 2016